Just another WordPress.com site

KAMU SAHABAT TERBAIK KU

dag-dig-dug,dag-dig-dug,dag-dig-dug,dag-dig-dug. Degupnya begitu cepat,tambah lama tambah kencang tak terkontrol. Suasana menjadi tak karuan aku merasakan sakit yang luar biasa, bukan sakit fisik yang ku rasakan. Melain sakit batin yang begitu sesak hingga ke hulu hati, begitu menyakitkan membuat ku tak sanggup untuk berdiri tegak. lalu tiba-tiba,……

BRRRAAAKKKKKK,…. suaranya begitu keras dan mengagetkan, tanpa ku sadari gelas yang ku pegang sangat erat dan kencang pecah seketika. Tanggan ku penuh dengan darah, namun sakit itu tak kunjung reda. Apa yang aku rasa aku tak tahu kenapa aku bisa begitu keras sampai gelas pun pecah ditangan ku. Dengan tanggan yang penuh dengan darah aku terdiam dan terus berpikir dan tak tau apa yang harus aku lakukan. Apa aku harus mengobati luka ditanggan ku??, namun rasa sakit di batin ku jauh lebih hebat dan sesak dibangingkan luka yang tersebar ditangan ku. Aku diam, ku cari tempat untuk duduk sejenak dan aku coba mengatur nafas serta emosi ku.

Perlahan aku bangkit ku ambil kotak P3K yang terletak di dalam kamar. Ku baluti luka di tanggan ku sambil menahan rasa perih. setelah ku obati tanggan ku aku bersandar ku tatapi langit-langit rumah ku dengan tanda tanya. Apa salahku??,memang semua ini salah ku??, siapa sebenarnya yang tersakiti??, banyak pertanyaan yang begitu menghantui perasaan ku.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA,….” teriak ku mencoba membuang semua emosi

*********
“DOORRRR,….”
suara yang begitu keras dan berhasil membuat ku terkejut didalam lamunan, dengan reflect aku lihat kebelakang.
” Sialan loo,…” ujar ku kepada disha..
disha adalah sahabat ku sejak 3 tahun lalu, mungkin tuhan yang menakdirkan aku bertemu dengannya. Dia orang yang bisa mengerti dan menghargai semua langkah dan ke inginan ku. Aku merasa seperti hidup saat aku bertemu dengannya.
“hehehehehehe,…” tawa disha dengan penuh semngatnya ” ngapain lo disini?? sendirian lagi, awas ntar digodain lo,.. hahaha..” ujar disha sambil menghiburku..
aku diam sejenak dan mencoba mengatur kata serta nafas ku, aku ingin menceritakan pada disha tentang apa yang telah terjadi tadi malam.
“dis,..” ucap ku sambil mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan..
” ya,.. ada apa cintaaa..??” balas disha
“ennggg,… semalam gue ngerasain sakit itu lagi, dan lebih parah kali ini gue bisa memecahkan sebuah gelas ditanggan gue..” ucap ku sambil menunjukan luka di tanggan ku,…
dengan cepat disha menarik tanggan ku, ” ya ampun lo serius?? kok bisa?? sekuat apa lo??..” tanya disha penuh dengan penasaran yang begitu besar,..
” gue gak tau, gue gak ngerti kenapa ini bisa terjadi, apa ada yang salah sama gue dis???…” tanya ku dengan pasrah,..
Seketika suasana hening, disha pun tidak tau apa yang harus dia katakan pada sahabatnya. Dia tau sahabatnya ini memiliki kondisi jiwa yang labil. Walaupun umurnya sudah bisa dibilang DEWASA.
Aku berdiri melangkah untuk pergi. Disha memanggil ku,..
” Lo mau kemana??…”
” gue gak tau dis, gue udah gak kuat.. apa lebih baik gue,…..”
” gue apa??” tanya disha dengan nada tinggi
” gue udah gak kuat dis, sakit kalau gue harus inget kejadian itu,..”
” gue tau rasanya, gue juga pernah ada di posisi lo!! tapi bukan dengan cara itu untuk menyelesaikannya..”
aku diam tertunduk kaku, tiba-tiba disha datang dan memeluk ku erat. disha dan aku hampir memiliki kehidupan yang sama. kehidupan yang begitu menyakitkan jika kita mengingatnya. Hanya kepada disya aku berani menceritakan seluruh isi hati yang aku rasakan. Mungkin karna kata hampir mirip?? entahlah… atau juga ini sebuah bantuan dari tuhan untuk ku.
*********
Pertemanan ku dengan disha dimulai saat aku memutuskan untuk pergi dari kedua orang tua ku. Menurut ku ini sebuah langkah yang terbaik. Dimana aku bisa dengan bebas terbang dan meraih apa bintang yang sangat tinggi diluar sana. Sebenarnya aku terlahir bukan dari keluarga “Broken Home”. Aku memiliki keluarga yang baik sayang pada ku, kenapa aku memutuskan untuk pergi???,….
Banyak perlakuan tidak adil yang aku rasakan, terserah mereka mau berpendapat apa. Mereka bilang ” apa yang kamu inginkan selalu kami penuhi,..” bagi ku semua itu hanya omong kosong. gak lebih dari omongan sampah yang selalu menjadi senjata untuk menyerang ku di saat aku marah kepada mereka.
Dan pada kenyataannya jauh dari kata-kata yang dia ucapkan itu. Segala sesuatu yang aku inginkan ku coba untuk membeli sendiri, ku coba menabung mengumpulkan sedikit-demi sedikit demi mencapai sesuatu yang kuinginkan. Perlakuan itu hanya terjadi pada diri ku. Aku mulai bosan,jenuh, dan sakit. Sakit ini menjadi sebuah beban hingga kini yang selalu menyelimuti perasaaan ku.
Pada malam itu aku putuskan untuk pergi, semua itu ku lakukan demi menjauhkan aku sebagai “anak durhaka”. Aku tak mau jika terus bersama mereka entah apa nanti yang bisa aku lakukan. Inilah jalan terbaik keluar dan berharap semua akan baik-baik saja.
Tanpa tau arah dan tujuan aku menyusuri gelapnya malam, ku dengar suara-suara yang cukup membuat bulu kuduk ku merinding. Ku percepat langkah kaki ku dan tak memperdulikan semua yang terjadi di sekitar ku. Dan akhirnya tanpa sengaja aku,…
BRUUUKKKK,.. suara jatuh saat ku menabrak seseorang yang tidak ku kenal. Aku takut ingin kabur dengan cepat, tapi kaki menjadi begitu kaku untuk berdiri tegak pun aku tak sanggup.
” hati-hati dong mba,..” ucap seseorang itu sambil memberikan tanggannya kepada ku
aku diam, aku tidak berani menatap wajah seseorang itu.
” mba,..mba,.. gakpapa kan,..??” ucapnya mendekati ku
Aku sadar itu suara wanita bukan pria, dengan kondisi gemetaran ku angkat kepala ku untuk melihat sosok seseorang itu.
” tenang mba, gue bukan orang jahat kok,..” ucap sosok misterius itu
mendengar ucapnya aku memiliki keberanian untuk menap wajah dan membalas ucapannya,..
” emmm,.. iya gue gakpapa kok, maaf tadi udah nabrak,..” ucap ku
” iya santai aja, mau kemana mba malem-malem gini??” tanyanya
” jangan panggil gue mba dong, emang muka gue keliatan tua apa, hahahaha
panggil gue nila” balas ku sambil tertawa
” ohh sorry,sorry, ohh nama lo nila, nama gue disha,..” ucapnya sambil mengulurkan tanggannya
Seketika suasana mencekap berubah menjadi cair dan begitu menyenangkan.
” oh iya lo mau kemana??” tanya disha
” gue gak tau mau kemana, gue sendiri binggung,..” balas ku dengan nada binggung
” gimana untuk sementara lo ikut gue, tenang gue bukan orang jahat, gue bukan germo,bukan lesbi, buka simpenan om-om.., soo???”
” makasih tapiii,…. ” balas ku masih ragu
” hayo gakpapa, kan gue bilang gue bukan orang jahat, dijamin 100% masih ting-ting,.. jangan sampai gue nyanyi ayu ting-ting nihhh, hahaha…” jelas disha sambil memberi tawa,..
” makasih sebelumnya lu welcome banget sama gue,.. ” balas ku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: